MENIMBANG DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP MASYARAKAT


Oleh :
Amri Pratama*

            Pemerintah berencana akan menaikkan harga BBM pada tanggal 1 April mendatang, kebijakan ini tentu membuat masyarakat kita terbebani, dengan dinaikkannya harga BBM sudah barang tentu akan mempengaruhi meningkatnya biaya kehidupan yang lain, sebab BBM merupakan salah satu bahan vital di republik Indonesia yang kita cintai ini.
            Alasan yang diberikan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan kenaikan harga BBM pun  bermacam ragam, mulai dari kenaikan harga minyak dunia, meningkatnya angka jumlah konsumsi, hingga APBN yang tidak lagi mampu menahan beban anggaran Negara, berbagai alasan yang sebenarnya sangat klasik dan biasa dilakukan pemerintah agar bisa dengan mudah mengambil kebijakan tersebut.
            Jika kita ingin melihat lebih dalam lagi tentang alasan-alasan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga mengambil kebijakan menaikkan harga BBM sesungguhnya merupakan alasan yang sangat menunjukkan bahwa pemerintah tidak mampu bekerja dengan baik sehingga berdampak pada masyarakat yang dikorbankan untuk menutupi kekurangan pemerintah dalam memenuhi anggaran yang dibutuhkan oleh Negara.
            Pemerintah mungkin dengan mudah mengatakan bahwa kenaikan harga BBM sudah harus dilakukan bahkan siapapun yang berada dipihak pemerintah pasti akan menaikkan harga BBM, namun kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bisa pemerintah menaikkan harga BBM yang merupakan sebuah barang vital bagi masyarakat kita ?, tidakkah kebijakan ini akan menyengsarakan masyarakat, padahal disisi lain pemerintah terus saja menaikkan gaji birokrat yang jelas-jelas begitu banyak membebani anggaran belanja kita, lalu adilkan itu semua ?, haruskah rakyat yang terus dikorbankan ?, mungkin ini lah nasib rakyat yang hidup ditengah pemerintah yang malas serta pemimpin yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
            Rencana kenaikan BBM ini direspon oleh pasar dengan mulai naiknya harga barang kebutuhan pokok yang lain. Biaya produksi menjadi lebih tinggi, harga barang kebutuhan pokok semakin mahal sehingga daya beli masyarakat akan semakin menurun. Ini merupakan dampak yang secara langsung akan dirasakan oleh masyarakat kita dan ini dialami oleh masyarakat sudah sejak wacana kenaikan harga BBM dikumandangkan oleh pemerintah, dan dapat dipastikan jika kebijakan ini benar-benar dilaksanakan pada 1 April mendatang dampak yang dirasakan oleh masyarakat pun akan semakin besar.
            Agar lebih mudah melihat dampak yang akan terjadi jika harga BBM akan dinaikkan pada 1 April 2012 mendatang, kita dapat mengklasifikasikan dampak tersebut kedalam 4 (empat) hal, yang pertama yaitu dampak sosial, yang kedua dampak ekonomi, yang ketiga dampak secara politik serta yang keempat dampak ideologis.
            Pertama, dampak sosial yang akan ditimbulkan karena kenaikan harga BBM adalah jumlah angka kemiskinan akan semakin tinggi, hal ini disebabkan oleh pengaruh kenaikan harga BBM terhadap tingginya kebutuhan hidup masyarakat kita, masyarakat golongan menengah keatas mungkin belum merasakannya, namun kalangan menengah kebawah telah merasakan dampak ini walau kebijakan kenaikan harga BBM belum dilaksanakan, apalagi nanti jika telah dilaksanakan pasti beban mereka akan semakin bertambah.
Kebijakan kenaikan harga BBM dilihat dari dampak sosial dapat dikatakan sebagai program pemiskinan secara massif yang akan berakibat pada semakin bertambahnya masyarakat miskin di republik yang kita cintai ini. Jangan heran jika dalam waktu yang tidak lama lagi, kita akan semakin banyak menjumpai kalangan-kalangan miskin disekitar kita, semakin bertambahnya orang yang menjadi pengemis, semakin banyaknya anak-anak yang tidak bisa sekolah, semakin banyak balita yang mengalami busung lapar, semakin banyak perilaku-perilaku kriminal atas dasar tuntutan pemenuhan kebutuhan. Bagi mereka-mereka yang ada dilingkaran kekuasaan juga akan semakin liar dalam menggarong uang Negara, mereka juga akan mengalami kenaikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.
Kedua,  dari segi ekonomi, dipatikan bahwa kenaikan harga BBM akan menyebabkan naiknya biaya operasional sehari-hari. Pengaruh yang mungkin akan sangat dirasakan adalah naiknya biaya transportasi, yang kemudian juga akan diikuti dengan kenaikan tarif dasar listrik dan air, kemudian juga akan diikuti oleh naiknya tarif tol, dan pada akhirnya akan mempengaruhi naiknnya harga-harga bahan-bahan pokok.
Dampak kenaikan harga BBM secara ekonomi akan sangat dirasakan jika naiknya harga BBM tidak dibarengi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, hal ini akan dipastikan bahwa jumlah penduduk miskin akan bertambah, bayangkan jika saat ini seorang kepala keluarga memiliki jumlah penghasilan tetap, namun disisi lain jumlah pengeluaran bertambah kira-kira 20-25 % tentu akan berakibat pada adanya kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa mereka penuhi atau meningkatnya jumlah hutang keluarga tersebut.
Dengan meningkatnya harga produksi, maka akan dibarengi dengan meningkatnya harga jual barang, tentu dengan semakin sulitnya pereonomian masyarakat maka daya beli masyarakat akan semakin menurun, sehingga akan menyebabkan penumpukan jumlah barang yang mengakibatkan para produsen mengalami penurunan pemasukan, hal ini tentu akan berakibat pada dipangkasnya tenaga-tenaga pekerja, dan kemudian mereka akan menjadi pengaguran serta tidak memiliki penghasilan, maka akan bertambahlah jumlah orang miskin di Indonesia ini.
Ketiga,  dampak politik yang akan ditimbulkan dari naiknya harga BBM ini adalah semakin tingginya biaya politik yang harus dibayar, hal ini tentu akan berakibat pada semakin banyaknya penyalahgunaan wewenang yang bertujuan untuk mengumpulkan pundi-pundi yang telah keluar atau untuk persiapan menghadapi agenda politik yang akan datang.
Pemerintah pasti akan melakukan lobi-lobi politik untuk mengamankan kekuasaannya karena bagaimanapun kenaikan harga BBM pasti akan mengalami penolakan dari masyarakat secara luas, hal ini akan sangat mengganggu jalannya pemerintahan karena akan banyak energi yang dihabiskan untuk mengamankan kebijakan dan menjaga pemerintahan agar tetap bisa menyelesaikan masa tugasnya.
Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat juga pasti akan mengalami gejolak, bagaimana tidak bahwa pengalaman selama ini menunjukkan bahwa BLT hanya digunakan sebagai sebuah sarana pencitraan agar masyarakat merasa simpati, hal ini kemudian yang akan diperebutkan oleh masing-masing kekuatan politik untuk bisa saling klime bahwa merekalah yang peduli terhadap penderitaan rakyat.
Masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan dari program BLT, selain untuk kepentingan politik, sasaran dari penerima BLT pun tak jarang juga tidak tepat, ada masyarakat yang tergolong mampu menerima BLT, namun ada masyarakat yang sebenarnya berhak menerima BLT ternyata tidak menerima, belum lagi adanya pemotongan-pemotongan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang hanya ingin mengambil keuntungan ditengah kesengsaraan yang dialami oleh masyarakat.
Keempat, secara ideologis kebijakan kenaikan harga BBM merupakan sebuah desain besar kepentingana asing, dengan dinaikkannya harga BBM maka mereka akan semakin mudah untuk masuk menginvestasikan modalnya dan mananamkan kukunya di republik ini, saat harga BBM naik, maka selisih harga jual BBM antara SPBU dibawah naungan pertamina  dengan harga BBM yang dijual SPBU swasta terutama asing tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, maka akan semakin banyak pengguna kendaraan yang beralih membeli BBM ke SPBU asing tersebut. Itu artinya, kenaikan harga BBM memperbesar pasar dan memperbanyak konsumen bagi SPBU asing. Dan sudah jelas bahwa diantara pihak yang langsung diuntungkan dari kenaikan harga BBM adalah SPBU asing.
 Kenaikan harga BBM telah lama ditunggu-tunggu oleh mereka yang sebenarnya sudah mempersiapkan banyak hal, bahkan dari segi regulasi pun telah mereka persiapkan dengan baik agar dapat menguntungkan bagi mereka, dimana kita mengetahui bahwa ada beberapa produk Undang-Undang kita yang sarat akan kepentingan asing, diantaranya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas.
Dari berbagai dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat diatas, jelaslah bahwa kebijakan menaikkan harga BBM merupakan sebuah kebijakan yang menyengsarakan rakyat, ini tentu kontra produktif dengan tujuan adanya pemerintah yaitu untuk membantu masyarakat  tidak mampu yang bermuara pada terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Dengan kenaikkan harga BBM maka bukan masyarakat  sejahtera yang akan terwujud, namun masyarakat yang akan semakin menderita, jumlah masyarakat miskin yang semakin tinggi  yang akan terwujud, apalagi pemerintah sampai saat ini belum menemukan apa solusi untuk membantu masyarakat jika harga BBM dinaikkan.
*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan UMY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar